Copy cod Burung Indonesia

Minggu, 17 Agustus 2014

Burung kecial kombo masih menjadi primadona di PB Depok Solo

Hingga kini, burung kecial kombo masih menjadi primadona di Taman Pasar Burung (PB) Depok Solo. Hampir semua pedagang yang menyediakan kecial kombo selalu dikerumuni calon pembeli. Salah satu lapak kecial kombo yang paling ramai adalah milik Om Aan Klowor.
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Aan Klowor: Sejak hari pertama lebaran hingga H+5 bisa menjual 2.000 ekor kecial kombo.
Om Aan yang tetap berjualan di hari pertama lebaran bahkan kewalahan melayani pembeli. Di hari pertama lebaran saja, dia bisa menjual hingga 200 ekor, yang dibeli secara eceran maupu grosiran.
“Sejak hari pertama lebaran (Senin) sampai sekarang (Sabtu—Red), saya sudah menjual sekitar dua ribu ekor kecial kombo, baik yang dibeli eceran maupun grosiran oleh para bakul,” tuturnya.
Bakul yang kulakan berasal dari dari berbagai kota, antara lain Kudus, Purwodadi, Magelang, Klaten, Boyolali, dan sekitarnya. Burung kecial kombo ini dipasok secara berkala dari Bali. Terkadang dikirimi sekitar 1.500 ekor, terkadang hanya 200 ekor, tetapi semuanya dilakukan secara rutin.
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Salah satu kecial kombo yang sudah terseleksi.
Pengunjung di lapak Om Aan biasanya mencari posisi duduk paling dekat dengan kandang ombyokan kecial kombo. Mereka memilih-milih dan sesekali bertanya. Ada pula pengunjung yang hanya ingin melihat-lihat dulu. Biasanya mereka memilih agak mundur di belakang pengunjung yang serius ingin membeli.
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Pengunjung sedang memilih dan memantau kecial kombo di Kios Aan Klowor.
Lapak kecial kombo milik Om Aan Klowor memang sangat ramai di PB Depok Solo. Bisa dibilang, dia memiliki stok kecial kombo paling banyak dibandingkan pedagang lainnya.
Menurut dia, burung yang termasuk dalam keluarga isap-madu ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan burung kecil sekelasnya, seperti plecigelatik, atau perenjak dan ciblek. Volumenya lebih keras dan kasar-kasar.
“Kecial kombo juga bisa meniru lagu burung lain. Kalau ketemu lawannya yang sudah jadi, tarungnya juga oke, bisa ngerol-nembak seperti kapas tembak atau cucak jenggot,” kata Om Aan.
Bagi pengunjung yang belum faham kecial kombo, tapi ikut mendekati kerumunan, biasanya Om Aan akan menunjukkan rekaman video burung tersebut. Panduan ini cukup efektif dalam mendongkrak penjualan. (Waca)
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Memantau kecial kombo di PB Depok Solo sambil membandingkan dengan rekaman video.
Semoga bermanfaat.
Sumber : http://omkicau.com/

Ribuan kecial kombo jadi buruan di PB Depok Solo

Ribuan burung kecial kombo dalam beberapa pekan terakhir membanjiri Taman Pasar Burung Depok Solo. Pihak pemasok nampaknya tahu bahwa burung ini sangat digemari di wilayah Solo Raya. Aan alias Klowor, salah seorang pedagang burung di PB Depok, mengaku setiap hari minimal bisa menjual 50 ekor kecial kombo. “Itu kalau sedang sepi. Kalau sedang ramai, bisa terjual seratus hingga seratus lima puluh ekor tiap hari,” ujarnya.
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Memantau kecial kombo sambil membandingkan dengan rekaman video.
Menurut Aan, sebagian pembeli adalah perorangan yang membeli eceran. Tetapi tidak sedikit pula  bakul-bakul dari luar kota membeli dalam partai kecil maupun besar. Harga paling murah saat ini Rp 75 ribu per ekor. Namun jika burung yang jadi, alias sudah rajin bunyi, bisa dibanderol hingga Rp 3 juta.
“Saya mendapat kiriman burung kecial kombo ini dari Bali, paling sedikit seribu ekor setiap minggu. Kata pemasok, sekarang sedang musim bunga, sehingga burung kecial mudah didapat. Harganya pun relatif murah untuk bakalan ombyokan,” tutur Aan yang menempati kios di selasar utara, kios 82-83.
Tetapi kalau musim bunga sudah berakhir, burung kecial kombo seperti lenyap di alam. Akibatnya, harga burung bakalan pada saat sedang tidak musim bisa mencapai Rp 250 ribu.
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Salah satu burung kecial kombo yang sudah terseleksi.
Kepada pengunjung PB Depok yang lewat, Aan dan krunya aktif menawari burung yang masih relatif baru bagi sebagian besar kicaumania di Solo ini. Dia lantas menyetel rekaman video di depan calon pembeli, untuk memperdengarkan suara kecial kombo melalui smartphone, dan dicocokkan dengan dagangan yang digelarnya.
Meski posturnya kecil, kecial kombo memiliki suara yang melengking keras, lebih keras dari burung dengan ukuran yang sama, seperti prenjak, ciblek, dan pleci.
Kecial kombo disebutnya sebagai burung cerdas, karena mudah menirukan suara burung lain. “Kalau sudah jadi, cocok untuk dijadikkan burung master, atau bisa juga dijadikan burung ocehan di rumah. Bahkan, kalau mau, bisa dilombakan di kelas campuran lokal, karena kecial kombol juga bisa fight,” jelas Aan. (Waca)
Burung kecial kombo di PB Depok Solo
Aan: Setiap minggu dikirimi 1.000 kecial kombo dari Bali.
Catatan Om Kicau
  • Booming kecial kombo, alias cucak kombo, ini seperti mengulang tren serupa di Surabaya beberapa waktu lalu (silakan cek di sini).
  • Kecial kombo / indonesian honeyeater (Lichmera limbata) merupakan jenis burung isapmadu (honeyeater), anggota keluarga Nectariniidae. Semua spesies burung dari keluarga Nectariniidae, termasuk burung-madu / sunbird (sering disalahfahami sebagai “kolibri”), termasuk burung dilindungiberdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 / Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
  • Penetapan burung-burung dari keluarga Nectariniidae bukan disebabkan populasinya di alam liar menipis, tetapi lebih didasari dampaknya terhadap kelestarian ekosistem di areal hutan dan perkebunan. Burung isapmadu serta burung-madu memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman secara alami di kawasan hutan dan perkebunan. Artinya, penangkapan besar-besaran bisa menghambat regenerasi tanaman di alam liar, dan menjadi salah satu biang tanah longsor.
  • Karena perdagangan kecial kombo sudah terlanjur terjadi, dan sejauh ini belum ada tindakan dari aparat terkait, Om Kicau sekadar mengingatkan: burung yang sudah dibeli sebaiknya perlu ditangkar pula. Jadi, kalau membeli, belilah sepasang burung jantan dan betina.
  • Yuk, kita budayakan hobi burung secara bermartabat dan tidak melanggar aturan.

Semoga bermanfaat.
Sumber : http://omkicau.com/

Audio burung cucak kombo dan kerabatnya

Memenuhi permintaan Om Eko Wahyudi, dan beberapa penggemar cucak kombo lainnya, berikut ini Om Kicau sajikan audio burung cucak kombo yang bisa digunakan untuk memaster burung sejenis atau untuk memancingnya agar rajin bunyi. Audio ini hasil modifikasi suara cucak kombo di alam liar, dengan beberapa editing dan penambahan variasi suara dari suara cucak kombo piaraan. Selain itu, Om Kicau juga menyediakan audio dari beberapa kerabat dekat cucak kombo, yang juga cocok untuk memaster cucak kombo Anda.
Om Kicau perlu menekankan di sini, bahwa cucak kombo (Lichmera lombokia)merupakan keluarga burung isap-madu atau honeyeater. Semua burung isap-madu termasuk dalam daftar burung dilindungi di Indonesia, karena peranannya yang sangat penting dalam keseimbangan ekosisistem. Melalui jasa burung inilah, terjadi penyerbukan alami sejumlah tanaman perkebunan dan kehutanan.
Kalau pun Om Kicau menyediakan audio ini, diharapkan tidak ada lagi sobat kicaumania yang mencari burung sejenis, hanya untuk dijadikan masteran. Jadi, gunakan saja audio cucak kombo yang disediakan di website ini untuk mamaster cucak kombo yang terlanjur Anda pelihara. Lebih baik lagi cari satu burung betina, kemudian tangkarkan di rumah Anda.
Audio burung cucak kombo   l   Download
Burung cucak kombo
Burung cucak kombo / kecial kombo (Lichmera lombokia)
Seperti dijelaskan, audio ini merupakan hasil modifikasi suara cucak kombo di alam liar. Sampai saat ini masih terjadi kesimpangsiuran mengenai spesies cucak kombo.Lichmera lombokia merupakan burung isap-madu yang hanya bisa dijumpai di Pulau Lombok dan Sumbawa (NTB) serta Flores (NTT).
Sebagian kicaumania menyebutkan bahwa yang dimaksud cucak kombo adalahLichmera limbata, atau indonesian honeyeater, yang habitatnya juga di Lombok, Sumbawa, Flores, serta Bali, Pulau Sangeang, Komodo, Lomblen, Alor, Sumba, Savu, Roti, Ndao, Ndoo, Semau, dan Timor.
Namun, sebagian ornitholog masih menempatkan Lichmera limbata sebagai salah satu ras burung isap-madu australia atau brown honeyeater (Lichmera indistincta),dengan nama ilmiah Lichmera indistincta limbata. Nah, berikut ini tiga audio Lichmera indistincta limbata yang juga bisa dijadikan masteran untuk cucak kombo Anda di rumah.
Burung isap-madu australia ras limbata
Burung isap-madu australia ras limbata (Lichmera indistincta limbata)
  • Audio Lichmera indistincta limbata 1   l   Download
  • Audio Lichmera indistincta limbata 2   l   Download
  • Audio Lichmera indistincta limbata 3 - call and song   l   Download
Masih ada tiga audio dari kerabat cucak kombo, yang juga bisa dijadikan masteran bagi cucak kombo Anda.
  • Audio Lichmera incana   l   Download
Burung isap-madu cuping kelabu
Burung isap-madu cuping kelabu (Lichmera incana)
  • Audio Lichmera squamata   l   Download
Burung isap-madu babar
Burung isap-madu babar (Lichmera squamata)
  • Audio Lichmera argentauris   l  Download
Burung isap-madu zaitun
Burung isap-madu zaitun (Lichmera argentauris)
Semoga bermanfaat..
Sumber : http://omkicau.com/

Cucak kombo ngetren di Surabaya: Mohon maaf, itu burung yang dilindungi

Cucak kombo dalam sepekan terakhir sedang ngetren di Surabaya. Hal ini setidaknya terlihat di Pasar Burung (PB) Kupang Surabaya. Hampir semua lapak memiliki stok burung ini. Apabila Anda membuka referensi nama burung di Indonesia, pasti tidak akan menemukan burung cucak kombo. Sebenarnya cucak kombo tidak lain adalah kecial kombo, alias burung isap madu, yang merupakan burung endemik di Bali, Nusa Tenggara, Lombok, dan Timor.
Cucak kombo, kecial kombo, atau burung isap madu
Burung isap madu, atau dikenal pula sebagai cucak kombo / kecial kombo.
Maraknya perdagangan burung cucak kombo ini terekam dari catatan sejumlah kicaumania, baik di forum kicaumania.or.id maupun kaskus.or.id. Harga bakalan cukup murah, sekitar Rp 80.000 hingga Rp 100.000. Tetapi yang sudah gacor bisa mencapai Rp 650.000.
Bahkan, ada juga yang melaporkan harga burung yang sudah jadi berada dalam kisaran Rp 500.000 hingga Rp 2 juta ! Burung cucak kombo mulai dilirik, terutama untuk masteran burung kicauan yang lain.
Apabila hampir semua lapak memiliki stok cucak kombo, bisa diartikan telah terjadi perburuan besar-besaran di habitat aslinya, kemudian dibawa ke Surabaya, dan ada pula yang sampai ke Malang. Surabaya dan Malang merupakan dua kota besar di Jawa yang paling dekat dengan habitat burung ini, dan sangat dimungkinkan burung dibawa melalui kapal laut atau kendaraan (mobil / bus) yang sebagian memanfaatkan jasa kapal feri.
Saya tidak menyebutkan apakah perdagangan ini dilakukan dengan cara menyelundupkan, atau ada kongkalikong dengan petugas selama pengiriman burung. Saya juga tak tahu persis, apakah petugas yang berwenang justru tidak mengetahui kalau cucak kombo / kecial kombo termasuk burung yang dilindungi.
Yang pasti, kebenaran mesti disampaikan. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disertai dengan lampiran tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, lengkap dengan nama spesies dan nama lokal (Indonesia).
Memang, tidak semuanya merupakan nama spesies, karena ada juga yang hanya disebutkan famili dan / atau genusnya saja. Misalnya, dalam daftar tersebut tidak ada nama burung madu atau yang di Indonesia dikenal sebagai burung kolibri. Lampiran itu hanya menyebutkan Nectariniidae. Karena semua spesies burung madu termasuk keluarga Nectariniidae, berarti semuanya berstatus dilindungi sehingga tidak boleh dilakukan penangkapan di alam bebas.
10 spesies burung isap madu
Demikian pula dengan burung cucak kombo, atau kecial kombo, atau nama resminya adalah burung isap madu. Ada 10 spesies burung isap madu, dan semuanya termasuk dalam famili Meliphagidae. Sebagaimana Nectariniidae, keluarga Meliphagidae tercantum dalam daftar burung yang dilindungi. Artinya, 10 spesies burung isap madu termasuk burung dilindungi. Ke-10 spesies tersebut adalah:
  • Isap madu topi sisik / scaly-crowned honeyeater (Lichmera lombokia)
  • Isap madu zaitun / olive honeyeater (Lichmera argentauris)
  • Isap madu australia / brown honeyeater (Lichmera indistincta)
  • Isap madu cuping kelabu / grey-eared honeyeater (Lichmera incana)
  • Isap madu anis / silver-eared honeyeater (Lichmera alboauricularis)
  • Isap madu babar / scaly-breasted honeyeater (Lichmera squamata)
  • Isap madu buru / buru honeyeater (Lichmera deningeri)
  • Isap madu seram / seram honeyeater (Lichmera monticola)
  • Isap madu timor / flame-eared honeyeater (Lichmera flavicans)
  • Isap madu wetar / black-necklaced honeyeater (Lichmera notabilis)
Yang paling banyak diperjualbelikan adalah subspesies dari Lichmera indistincta, yaitu Lichmera indistincta limbata, yang banyak dijumpai di Bali, Nusa Tenggara, Lombok, dan Timor. Jenis inilah yang sering disebut sebagai kecial kombo, atau cucak kombo. Sebagian ahli menempatkan kecial kombol sebagai spesies tersendiri, dengan nama Lichmera limbata, atau dalam literatur perburungan internasional disebut sebagai indonesian honeyeater.
Burung isap madu atau kecial kombo atau cucak kombo
Burung isap madu di habitat aslinya.
Mengapa burung isap madu dilindungi?
Kalau melihat daftar redlist UICN, semua spesies burung isap madu sebenarnya berada dalam status Least Concern / LC atau tidak terlalu mengkhawatirkan. Tetapi penetapan spesies tertentu sebagai satwa dilindungi bukan sekadar mengacu pada populasi atau ketersediaannya di alam bebas.
Ada yang tidak kalah penting dari itu, yaitu keseimbangan ekologi. Burung-burung yang termasuk dalam famili Nectariniidae dan Meliphagidae memiliki kontribusi besar dalam membantu penyerbukan alami sejumlah tanaman, khususnya tanaman buah yang menjadi santapan burung-burung tersebut.
Melalui perantaraan burung-burung yang termasuk dalam keluarga burung madu serta burung isap madu inilah, tanaman buah bisa berkembang biak secara alami, menghijaukan lingkungan sekitar, menambah areal resapan air, dan berbagai manfaat lingkungan hidup lainnya.
Jangan sampai ketika terjadi tanah longsor dan banjir bandang, masyarakat ribut menyalahkan sana-sini, sementara kita sendiri sejak awal mengabaikan aspek kelestarian lingkungan hidup. Karena itu, mulai sekarang, hentikan pembelian dan penjualan cucak kombo di mana pun, tidak hanya di Surabaya, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.
Bagi yang sudah terlanjur memilikinya, silakan dirawat dengan sebaik-baiknya. Cara perawatan bisa dilihat di sini. Lebih baik lagi apabila ditangkarkan, sehingga sobat kicaumania lain yang menginginkan burung sejenis cukup membeli dari hasil budidaya manusia, tidak lagi dari hasil penangkapan di alam bebas.
Semoga bermanfaat, dan menjadi renungan kita bersama.

Sumber : http://omkicau.com/

Burung kecial kombo, kecil-kecil bagus juga ocehannya

Pernah mendengar nama burung kecial kombo? Bagi yang masih asing, semoga artikel berikut ini dapat menambah wawasan kita mengenai khazanah burung, khususnya plasma nutfah asli Indonesia. Sebagian  orang menyebut kecial kombo dengan nama burung isapmadu (berbeda dari burung madu). Suaranya pun lumayan oke, siapa tahu bisa dijadikan master alternatif bagi burung peliharaaan Anda di rumah. Dalam artikel ini dijelaskan deskripsi kecial kombo, habitat dan kebiasaannya di alam bebas, membedakan jantan dan betina, perawatan harian, juga beberapa sampel audio dan video ocehan kecial kombo.
KECIAL KOMBO MUDA DAN KECIAL KOMBO DEWASA
BURUNG KECIAL KOMBO MUDA (KIRI) DAN DEWASA
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Daftar Nama Burung yang Dilindungi, memang tidak terdapat nama burung kecial kombo. Tetapi burung ini termasuk dalam keluarga Meliphagidae. Sama seperti Nectariniidae (keluarga burung madu), keluarga Meliphagidae tercantum dalam daftar burung yang dilindungi.
Jadi, meski spesiesnya tidak disebutkan, semua spesies burung kecial kombo maupun semua spesies burung madu (sering disebut kolibri) merupakan burung yang dilindungi, sehingga tidak boleh dilakukan penangkapan di alam bebas.
Di kalangan ahli perburungan internasional, kecial kombo disebut juga indonesian honeyeater (Lichmera limbata). Menurut Bird Life International, kecial kombo merupakan satu-satunya spesies burung isapmadu yang habitatnya terletak di sebelah barat Garis Wallace.
Kecial kombo juga merupakan burung endemik di Indonesia, dengan habitat Bali dan Nusa Tenggara (mulai dari Lombok hingga Timor). Ada satu spesies lagi yang mempunyai hubungan kekerabatan sangat dekat, yaitu brown honeyeater (Lichmera indistincta), dengan habitat Pulau Aru, Papua Nugini, dan Australia.


Panjang tubuhnya sekitar 12-16 cm, dengan paruh panjang runcing sebagaimana ciri khas burung pengisap nektar dan serangga. Belakangan ini, di sejumlah daerah di Indonesia, ada pedagang burung yang menjual  kecial kombo, dengan kualitas suara yang bervariasi.

Sumber : http://omkicau.com/

Habitat, karakter, dan perilaku kecial kombo

Burung ini banyak ditemui di hutan-hutan rindang dan biasanya di dekat sumber air, seperti hutan bakau atau hutan lebat sepanjang pinggiran sungai, perkebunan kelapa, serta hutan tropis. Makanan utama kecial kombo adalah nektar atau sari bunga serta serangga kecil seperti kumbang, lalat, semut, tawon kecil, dan ulat.
Ketika mencari serangga, kecial kombo akan melakukan berbagai manuver akrobatik untuk memburu mangsanya. Ia juga sering terbang melayang (hoovering) di atas bunga untuk mengisap madu yang ada di dalam bunga tersebut.
Pada musim kawin, burung jantan akan mempertahankan wilayah bersarangnya dengan bernyanyi dari pohon-pohon tinggi. Ia menjadi penjaga yang baik bagi pasangannya ketika membangun sarang dan bertelur.
Sarangnya berbentuk cawan / mangkuk terbuka, yang terbuat dari bulu-bulu halus, rerumputan kering, dan campuran bahan sarang lainnya. Biasanya burung ini tersembunyi di balik tanaman pakis atau dedaunan  rindang dengan ketinggian sekitar 5 meter dari permukaan tanah. Sarangnya kerap jadi incaran binatang predator seperti ular dan kucing hutan, bahkan sering menjadi korban penipuan dariburung kedasih.

Membedakan jantan dan betina

Membedakan burung kecial kombo jantan dan betina agak sulit dilakukan pada waktu muda, karena warna bulunya hampir sama. Tetapi jika burung sudah beranjak dewasa, ada beberapa tips untuk membedakan jenis kelaminnya:
  • Pada burung betina, bagian bawah perut dan paruhnya terlihat garis berwarna kuning. Bagian punggungnya juga lebih cenderung ke warna kuning.
  • Postur burung jantan lebih besar daripada burung betina. Tetapi hal ini sulit dijadikan patokan, jika tidak ada pembandingnya. Jadi, harus ada burung jantan dan betina. Karena itu, item pertama bisa dijadikan patokan yang lebih akurat.

Perawatan harian

Perawatan harian ini hanya dianjurkan bagi yang sudah memilikinya, dan lebih dianjurkan lagi untuk ditangkarkan. Kecial kombo membutuhkan nektar sebagaimana kebiasaannya di alam bebas. Anda juga bisa membeli produk nektar instan dalam bentuk bubuk di poultry shop atau toko burung skala besar.
Jika susah mendapatkan nektar, bisa juga membuat nektar buatan dengan gula putih yang dilarutkan dalam air. Yang harus diperhatikan, jangan mencampurkannya dengan madu, gula merah, atau gula yang memakai pemanis buatan, karena bisa membunuh burung secara pelan-pelan.
Cara membuatnya sama seperti kita membuat air manis, yaitu mengaduk gula dengan air matang yang masih hangat/panas, agar gula bisa larut secara merata dalam air, kemudian diberikan kepada burung saat larutan sudah dingin.
Ada juga yang membuat nektar buatan dengan cara merebus air dan gula, tujuannya untuk membuang klorin serta membunuh spora jamur dan ragi yang mungkin masih menempel dalam gula. Perebusan tidak sampai mendidih, karena kita bukan hendak membuat sirup.
Dengan kata lain, sekadar memanaskan saja. Karena itu, air yang digunakan juga haruas sudah matang terlebih dulu. Dengan metode yang kedua ini, pemberian nektar buatan bisa menggunakan porsi yang lebih banyak. Jadi bisa disimpan untuk beberapa hari di dalam lemari pendingin atau kulkas.
Kroto dan serangga kecil seperti ulat hongkong kecil yang masih berwarna putih juga bisa menjadi pakan utama sehari-hari. Pemberian voer tergantung dari burungnya, apakah sudah mau makan voer atau belum. Jika belum, maka kroto dan serangga harus selalu ada agar burung tidak kurus dan tidak lemas.
Selamat mencoba, semoga berhasil.
Sumber : http://omkicau.com/